Deepwater Horizon dan Teknik Kimia

by - May 01, 2017


Kamu mahasiswa teknik kimia? Punya cita-cita kerja di bidang Oil & Gas? Tentu saja. Hingga saat ini Oil & Gas masih menjadi salah satu pekerjaan yang paling diminati oleh lulusan teknik kimia karena penghasilan yang cukup menjanjikan. Tapi apa kamu tahu? Di balik pendapatan yang tinggi tersebut, ada pula resiko yang harus kamu ambil. 

Semester lalu, saya mengambil mata kuliah Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang mempelajari seputar safety engineer dan juga upaya merancang suatu proses yang aman. Lebih lanjut, kami dituntut untuk mampu menganalisa masalah ataupun kecelakaan yang terjadi di pabrik. Merujuk pada video dari Chemical Safety Board (CSB), sebuah badan yang mengidentifikasi kecelakaan industri kimia, kami mulai mempresentasikan contoh kecelakaan yang kami pilih.

Saat itu kelompok saya memilih kasus Chevron Richmond Refinery Pipe Rupture and Fire, sebuah kecelakaan pada pabrik pengolahan minyak mentah di California yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 2012. Kecelakaan tersebut dipicu oleh kebocoran pipa yang berisi light gas oil bersuhu 340 derajat Celsius di unit pengolahan minyak mentah. Kebocoran menyebabkan uap hidrokarbon dengan tekanan tinggi keluar dari pipa dan berkontak dengan udara sehingga menimbulkan vapour cloud. Saat kejadian, proses berjalan dalam keadaan normal (tidak dihentikan) yang memicu ledakan dan kebakaran besar di unit tersebut. 

Setelah dianalisa, ternyata penyebabnya adalah pipa yang menipis akibat korosi sulfidasi dan umur pipa yang sudah cukup tua. Hal ini pun terjadi karena evaluasi dan investigasi rutin pabrik tidak diindahkan oleh pihak manajerial serta penanganan kebocoran yang dianggap remeh oleh pihak pabrik. Mengapa saya katakan dianggap remeh? Karena pada saat terjadi kebocoran tersebut operasi pada unit pengolahan minyak mentah tidak dihentikan, bahkan langsung dikerakhkan tim pemadam kebakaran untuk memperbaiki pipa saat proses masih berlangsung. Hal ini diperkirakan karena pihak pabrik terlalu menganggap remeh kebocoran dan tidak ingin adanya kerugian karena penghentian proses tersebut. 

Beralih pada film yang beberapa saat lalu sedang hits di kalangan teman-teman saya, Deep Water Horizon. Sebuah film based on true story yang mengangkat cerita tentang kebocoran minyak pada anjugan lepas pantai yang sedang melakukan eksplorasi di Teluk Meksiko pada tahun 2010. Kecelakaan disebabkan oleh sejumlah gas yang keluar dari sumur minyak dan memicu ledakan besar. Musibah ini merenggut nyawa 11 orang pekerja yang ditempatkan di ruang pengeboran. 

Film tersebut menjelaskan penyebab kecelakaan adalah pihak investigasi tidak melakukan uji ketahanan semen pada sumur minyak. Alasannya? Money money money money… money.. gurauan yang disenandungkan para pekerja.

Menurut paparan beberapa kecelakaan industri kimia yang telah terjadi umumnya disebabkan oleh 'penghematan’ yang cukup terlalu dari pihak atas ataupun kelalaian dari pekerjanya sendiri. Jadi, masih ingin menjadi karyawan industri kimia? Ayo siapkan diri dari sekarang!


May, 1 2017
Dari yang bercita-cita kerja di pabrik, tapi bagian water treatment specialist. Hm, NALCO misalnya.

You May Also Like

0 komentar

Tulis saran dan komentarmu.