Pesona Alam Desa Blang Ara, Bener Meriah

by - April 24, 2017


Bener Meriah dengan julukannya Negeri di Atas Awan benarlah sebuah kota yang berada di tengah – tengah pegunungan. Pertama kali menginjakkan kaki di dataran tinggi Gayo ini, yang terlintas di benak saya adalah, daerah ini tidak sedingin gosipnya. Mungkin disebabkan daerah penempatan kami, Kecamatan Pintu Rime Gayo, masih berbatasan dengan Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Jika siang hari, suhu di daerah ini masih berkisar antara 22-24 derajat celsius. Usai acara penyambutan di kantor camat, kami menempuh perjalanan setengah jam lagi ke atas untuk sampai di desa yang sebulan ke depan akan menjadi rumah kami, Blang Ara.
Desa Blang Ara terletak di jalan lintas Bireuen – Takengon KM 58 dengan pusat kampung berada sedikit di atas bukit. Jika kita berangkat dari Banda Aceh, akan membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam untuk sampai ke desa ini. Mayoritas penduduk di desa ini adalah petani kopi, jadi jangan heran apabila sampai di sana, pohon kopi sudah seperti tanaman hias yang memenuhi pekarangan rumah warga. Letak desa yang berada di atas bukit membuat kita harus sedikit mendaki saat berjalan naik. Bahkan jika turun, kebanyakan masyarakat akan mematikan mesin motor lalu meluncur dari atas. Walaupun begitu, kebiasaan tersebut tidak membuat mereka lupa menyapa atau sekedar senyum saat berpapasan dengan orang di jalan.
Desa ini memiliki satu jalan utama yang sebagian di aspal kasar dan sebagian lagi di semen. Di sekeliling jalan kita bisa melihat banyak sekali tumbuh-tumbuhan liar yang memenuhi badan jalan. Mulai dari bunga-bunga cantik hingga semak belukar yang tertata rapi. Jika tidak karena lelah mendaki, saya pasti lebih memilih untuk jalan menyusuri desa sambil menikmati pemandangan. Di desa ini kita bisa melihat bunga dan tumbuhan yang tidak pernah kita lihat di daerah pesisir.
            Selain itu, desa ini juga terkenal dengan hasil pertaniannya yaitu buah alpukat dan durian. Sebagian besar alpukat di desa ini sudah dipesan oleh para pembeli jauh sebelum hari panen. “Sekarang susah kita menikmati alpukat matang, karena sebelum matang para pembeli sudah datang untuk memetik alpukat.” ungkap salah satu warga.
Sehari-hari Blang Ara adalah desa yang cukup sunyi, warga lebih banyak beraktivitas di kebun. Namun ada satu hari dimana semua warga berkumpul, hari Jumat. Pada hari ini ibu-ibu akan menghadiri pengajian rutin sedang bapak-bapak akan melakukan gotong royong. Banyak kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di desa ini dan sebagian besar dikerjakan langsung oleh warga desa seperti pembuatan drainase, renovasi masjid, dan bak air penampungan.
Sumber air di Desa Blang Ara berasal dari mata air pegunungan, di tampung pada sebuah bak penampungan besar yang terletak tidak jauh dari sumbernya. Kemudian air tersebut di alirkan ke sebuah bak kecil yang terletak di tengah desa sebelum kemudian di alirkan ke rumah masing-masing warga menggunakan pipa. Karena langsung berasal dari gunung, air di daerah tersebut sangat jernih, sejuk dan segar.

Desa Blang Ara, salah satu desa di Kabupaten Bener Meriah. Sebuah desa yang masih sangat terjaga keindahan alamnya. Di sana kita disajikan dengan berbagai macam kekayaan alam yang kini perlahan hilang termakan  zaman. Sebulan di sana, saya bisa merasakan keindahan alam sebagai bukti kuasa Tuhan.

April, 24 2017
Telah diposting di www.acehraya.com

You May Also Like

1 komentar

  1. wah, setiap liburan ke tanah aceh belum kesampaian ke gayo :'D foto desanya banyakin lagi dong mbak :D

    ReplyDelete

Tulis saran dan komentarmu.