Nikah Muda(h) : Fenomena Muda-Mudi Indonesia

by - November 19, 2016

Source : Google

Q : "Gimana pandangan kamu tentang nikah muda?"

Nikah menurut KBBI adalah ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Jadi apabila sudah memenuhi dua syarat di atas (ketentuan hukum dan ajaran agama) maka seseorang sudah dibolehkan untuk menikah. Lebih jauh, mari cermati kultwitnya ustadz Salim A. Fillah perihal nikah, "Isyarat Nabi tentang nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati." tulis beliau dengan indahnya. "Maka," lanjut beliau, "Nikah adalah ibadah yang memerlukan kesiapan & persiapan untuk yang mampu, bukan sekedar mau."

Untuk yang mampu, bukan sekedar mau.

Mampu di sini punya arti yang cukup luas. Bukan hanya mampu secara lahiriyah saja (harta berkecukupan) tapi juga mampu secara batin dan pikiran, tentu agama juga.

Fenomena kebanyakan muda-mudi zaman sekarang adalah ingin menikah karena mengingat bahagianya. Terpicu melihat foto mesra pasangan muda yang tersebar di sosial media, juga akibat sering main kode-kode yang berefek pada 'bawa perasaan'. Padahal dengan indah dalam sebuah tausiyah (lagi-lagi) Ustadz Salim berkata bahwa, "Kita menikah bukan untuk berbahagia. Kita menikah untuk beribadah kepada Allah." Pernikahan itu ibadah, yang berarti dalam menjalaninya tidak hanya mendapat bahagia. Kadang juga bisa terselip luka. "Maka, di dalam pernikahan itu, supaya kita mampu melaksanakan visi ibadah kepada Allah, yang kita cari adalah keberkahannya."

Yang kita cari adalah keberkahannya, sedang bahagia hanya makmum saja..

Pendapat tentang nikah muda. Sebelum saya menjawab, coba perhatikan beberapa poin yang menjadi alasan berikut ini.
1.      Kamu sudah siap secara lahir dan batin.
2.      Ada seseorang yang kamu sukai.

Baca juga: Komitmen dan Cinta

Jika alasannya adalah poin pertama, saya sangat mendukung #NikahMuda. Karena pada dasarnya #NikahMuda itu baik juga dianjurkan, tapi (ada tapinya) bagi yang benar-benar siap. Karena, seperti yang sering diulang-ulang oleh ibu saya, "Nikah itu bukan akhir bahagia seperti cerita Disney. Menikah itu 'awal' kehidupan baru yang harus kamu tempuh." Akan ada bahagia juga luka di sana. Kamu harus siap menerima keduanya. 

Bicara tentang luka, pasti mengarah ke cekcok rumah tangga. Tidak ada pasangan harmonis yang hidup tanpa pertengkaran. Bahkan Rasulullah juga sering 'diambekin' oleh Aisyah. Hal ini bukan berarti tidak pantas mendapat hastag #CoupleGoals, bahkan kurasa pertengkaran bisa jadi jembatan menuju hubungan yang lebih mesra *uhuk. Pertengkaran bisa jadi wujud bahwa kita masih saling menyayangi. Untuk lebih jelas, sila dengarkan tausiyah ustadz Salim A Fillah 'Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita', karena terlalu panjang untuk menjelaskan semua itu di sini.

Jika alasannya adalah poin kedua, ada seseorang yang kamu cenderungi. Seseorang yang diam-diam kamu sukai. Hm, cukup wajar. Seperti ucapan Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam bukunya, "Cinta membangkitkan jiwa dan menata perilaku. Mengungkapkannya adalah suatu kewajaran dan memendamnya menjadi beban." Mengungkapkannya suatu kewajaran, dalam ikatan yang Allah ridhai pastinya. Karena kemudian beliau juga melanjutkan, "Jangan sampai cinta itu menjadi jurang pemisah antara manusia dengan Khaliq-nya dan menyebabkan antara pecinta dengan yang dicintainya jatuh ke dalam perbuatan nista." Jadi jika mengungkapkan tidak pada waktu dan cara yang Allah ridhai, bukankah itu sama saja membentang jurang antara diri kita dan Allah?

Jika menikah karena poin  kedua ini saja, tanpa diikuti poin pertama, maka bisa jadi perasaanmu sedang terbalut nafsu. Atau bisa juga karena dorongan foto mesra pasangan muda yang selalu kamu stalking di instagram. Tanpa kamu sadari perasaan, "Saya juga ingin seperti mereka." mendominasi pikiran kamu sehingga rasa ingin memiliki seseorang juga bertambah besar. Padahal kamu tahu, kamu belum siap sepenuhnya. Bahkan, dia yang kamu cenderungi juga mungkin belum yakin dengan dirimu (hayoloh!).

Overall, saya mendukung #NikahMuda dengan catatan bukan #NikahMuda(h) ya. Karena sejatinya nikah itu sama sekali tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak se-happy pasangan yang kita lihat di sosial media. Ada selingan-selingan luka, cekcok antar pasangan, yang nanti akan menghiasi kehidupan pernikahan. Hal-hal seperti itu harus dipikirkan dengan matang, karena jika terburu-buru akan berakhir pada sibuknya keluarga melerai, terancam jatuh marwah suami/istri jika pasangannya masih rajin curhat di sosial media, atau yang paling tragis perpisahan (na'udzubillah). Yakin siap? Jika siap, go ahead!. Saya dukung sepenuhnya. Tapi jika belum, tidak perlu terburu-buru. Sabar dan tetap ikhtiar. Percaya bahwa Allah sudah menyiapkan yang terbaik untukmu, sekarang pikirkan cara 'yang terbaik' untuk menjemputnya.

Baiklah, semangat sekali bahas topik pernikahan ya wkwk. Anyway, ini hanya pendapat. Jika baik boleh diambil, jika tidak baik tolong dibuang jauh-jauh ya. Tulisan ini juga tidak sepenuhnya benar. Berhubung saya bukan pakar nikah dan seseorang yang #NikahMuda pasti banyak statement yang saya paparkan secara subjektif. Pendapat ini juga lahir dari pengalaman orang di sekitar saya, cerita teman-teman, nasihat orang tua, dan tausiyah Ustadz Salim A. Fillah yang kebanyakan temanya tentang nikah (hehe). Saya menulis ini untuk mengemukakan pendapat tentang fenomena #NikahMuda yang sekarang lagi ngetrend di kalangan mahasiswa seperti saya. Katanya sih efek semester tua (halah).

Semoga berkah yang siap #NikahMuda. Untuk yang masih menyiapkan diri, mari menjaga hati. Dan untuk mahasiswi akhir semangat mensahkan TGA sebelum disahkan orang hehe.

Banda Aceh,19 November 2016
Sunyi, menginspirasi.


You May Also Like

5 komentar

  1. pengumuman-pengumuman bapak-bapak ibuk-ibuk, cut faradillasari siap dilamar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada kalimat yg memaparkan hal demikian, cam.

      Delete
  2. yoda cut mampir kesini dulu, sebelum dilamar http://www.rihoun.com/2016/11/6-cara-mengatasi-laptop-lambat.html

    ReplyDelete
  3. Nice story... Artikelnya bagus, keren dan pembahasannya juga menarik... Semoga bisa menginspirasi banyak orang dengan artikel ini... Smngaat terus untuk berbagi demi kebaikan...

    Untuk mengindahkan artikel aku juga setuju dengan nikah muda yang bertujuan ibadah kepada Allah SWT , bukan krna ada seseorang yg ia suka, trus kepingin langsung memilikinya...

    Good
    Sukses terus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah jika bermanfaat. Terima kasih atas komentarnya :)

      Delete

Tulis saran dan komentarmu.