CHAIN II - Sekolah Kreatif

by - October 18, 2015

 Jika ingin akrab, kamu harus memahami mereka. Masuk ke dunia mereka, jika perlu jadilah seperti mereka.

“Assalamu’alaikum. Selamat pagi adik-adik..”

Aku memulai perjumpaan kami dengan sapaan penuh semangat. Awalnya mereka merespon dengan lesu dan malu-malu, namun setelah berulang kali, barulah semangat itu terbit. Sejak dinobatkan menjadi penanggung jawab kegiatan ini, aku berapa kali datang dan coba berinteraksi dengan mereka. Satu hal yang membuat frekuensi kami tidak cocok, bahasa. Mungkin karena faktor daerah pedalaman, kebanyakan dari mereka tidak mengenal Bahasa Indonesia. Maka jangan heran jika aku mencoba SKSD, akan ada suara jangkrik tertawa.

Saat pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan "Selamat Datang Kakak"
Setelah pembukaan yang singkat namun membuat suara serak itu selesai, mereka masuk ke ruangan yang sudah dipilih oleh panitia untuk mengikuti kegiatan di dalam kelas. Andai aku bukan PJ, aku akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Jujur saja, aku tipe yang suka berbicara, bermain, bersenang-senang, bukan karena masa kecilku kurang bahagia, tapi karena aku suka hal-hal yang manis, lucu dan imut. Seperti senyum mereka.


Senyumnya >.<
Aku memasuki sebuah ruang kelas untuk mengecek kegiatan sekaligus mencuri waktu untuk ikut bermain. Sesampai di dalam..

Selamat datang kakak,
Selamat datang kakak,
Selamat datang kami ucapkan
Selamat datang kakak,
Selamat datang kakak,
Selamat datang kami ucapkan
Salam..salam..
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama

Aku disambut oleh nyanyian yang kami ajari pada pembukaan tadi. Aku lupa bahwa perjanjiannya setiap ada yang masuk kelas, mereka akan menyanyi untuk menyambutnya.
Mereka sangat manis, bukan?

Dia Zikri. Paling banyak gayanya. Saat kami masuk, dia akan memimpin teman-temannya untuk menyanyikan lagu.
Aku pindah ke ruang sebelah yang dihuni oleh murid TK. Mereka sedang mewarnai dengan cangkang telur! Saat sedang asik melihat mereka, seorang panitia berkata padaku, “Kak gimana nih??” dengan tatapan heran aku balik bertanya, “Apanya?”

Dia mengalihkan pandangan ke arah murid-murid yang sedang antusias dengan karyanya. “Kami nggak ngerti apa yang mereka bilang. Mereka pakai Bahasa Aceh, Kak.” Sontak aku terkekeh geli. Jadi selama ini bagaimana mereka berkomunikasi? Menggunakan bahasa batin? Ini salahku juga karena menempatkan seluruh panitia yang berasal dari luar Aceh di kelas ini. Tapi tetap saja lucu, mereka sampai stres begitu. Alhamdulillah kendala itu juga mampu teratasi.


Kak Aisyah sedang bimbing adiknya menempel :D
Nah ini hasil karya mereka.
Aku kembali ke basecamp yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Di depan, para jagoan chetas menunggu dengan bosan. “Kapan nih nanam pohonnya?” aku bisa maklum mengapa mereka bosan, karena peran mereka di sini sangat sedikit, hanya menanam pohon. “Aku merasa seperti sedang KKN.” Ucap salah satu temanku. Apapun namanya, aku menyukainya. Aku suka hal yang manis, imut dan lucu. Bukan berarti aku ingin menjadi guru TK, jujur saja aku tidak pintar dalam mengajar. Aku lebih mahir saat bermain :D


 Sebelum pulang, kami menuntaskan aksi tanam pohon bersama adik-adik. Mereka begitu antusias hingga terlihat seperti senang bermain tanah (normalnya sih senang bermain air).
Kegiatan terakhir kami adalah menanam pohon, tidak terasa sudah harus berpisah dengan mereka. Sebelum itu para panitia mencuri waktu untuk bermain bersama adik-adik. Ada yang menulis "Surat untuk Kakak" ada yang menceritakan mimpi, membuat pohon impian dan lain-lain. 
Kak Qibti sedang mengajari drama (?)
Siswa TK dan kakak panitia yang beda frekuensi :D
Senang rasanya bisa berbagi tawa :)
Salah satu konsep utama kegiatan ini adalah mengenalkan mereka pada impian. Memotivasi mereka untuk bermimpi, berani memimpikan banyak hal dan meraihnya dengan usaha, tidak hanya cita-cita sebagai dokter atau guru saja. Jadi lahirlah pohon impian yang berdaun mimpi-mimpi yang kelak akan mereka wujudkan.
Pohon impian grup A
Semangat wujudkan mimpi dekadeek ^^
Dinding malu yang menghalangi kami dan mereka pada awalnya, kini runtuh seketika berganti kehangatan saat bersama. Mereka cukup senang bercerita tentang mimpi yang diam-diam mereka selipkan dalam angan, yang selama ini tak pernah terucapkan. Merek merajut masa depan dimulai dengan mimpi. Mimpi yang menjadi rute jalan mereka meraih masa depan itu. Kami hanya menuntun sampai di sini, selebihnya doa agar diri dan angan mereka dapat bertemu.
Suatu saat nanti.

Kami pulang sekitar pukul 12.30 WIB di tengah teriknya matahari. Walau begitu kami pulang dengan bahagia. Kehadiran kami hari ini sudah melukiskan pelangi dalam lembar kehidupan mereka. Menoreh kenangan indah, setidaknya bernilai pahala.

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu rasa senang yang engkau masukkan ke hati setiap muslim..." HR. Thabrani.

Pernah dengar kalimat “Balasan itu sesuai dengan amalan.”? Bahwa sebenarnya ketika kita berusaha menyenangkan hati orang lain, memikirkan kesulitan yang dihadapi orang lain, maka Allah juga akan menyenangkan hati kita. Mungkin kita tidak mendapatkan bayaran sepeser pun, tapi coba sadari, mengapa kita tetap mau melakukannya? Karena ada kebahagiaan yang kita dapatkan. Allah yang memasukkan kebahagiaan itu dalam diri kita.

BTS :

Jagoan Chetas yang berasa sedang KKN :v
Nah, ini Panitia Kreatif yang udah ikut bekontribusi dalam kegiatan ini. Congrats panitia ^^
Foto bareng di akhir acara.

Akhir kata dari tulisan ini, aku mengucapkan terima kasih untuk seluruh pihak yang sudah ikut membantu mensukseskan kegiatan ini. Semoga menjadi amalan yang dicintai oleh Allah.


Tanggal : 23 April 2016
Lokasi    : SDN Ie Suum, Krueng Raya, Aceh Besar.
By           : Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia dalam Chemical Engineering in Action (CHAIN) II

You May Also Like

0 komentar

Tulis saran dan komentarmu.