Kunjungan Industri - PT. Pupuk Iskandar Muda

by - March 24, 2016

"Mahasiswa yang mengambil mata kuliah Teknologi Buangan Industri diharapkan mengikuti KI ke PT. PIM tanggal 22-23 nanti." aku membaca pemberitahuan dari salah satu teman di grup line angkatanku. Sontak beberapa teman -termasuk aku harus menghadapi kebimbangan. Sebagai seorang anak rantau yang belum punya penghasilan, sudah pasti mikir berulang kali jika ingin mengeluarkan uang. Apalagi rencananya kami yang mengambil mata kuliah Teknologi Pengolahan Sawit akan mengadakan KI ke PTPN Langsa. Antara BNA-LSM dan BNA-Langsa, bukan mudah bagi kantong seorang mahasiswa. "Berniatlah untuk belajar, Insya Allah semua akan dimudahkan." Allah memang maha kaya dan pemurah, ada saja rezeki yang tak disangka, misalnya dari Pak Wa yang murah hati hihi.

Selasa, 22 Maret 2016 pukul 15.00 kami berangkat menggunakan bus SCTV menuju ke Lhokseumawe. Awalnya saat diberitahu akan menaiki bus ini, dalam bayanganku adalah bus rongsokan yang selalu stand by di halaman belakang biro, Alhamdulillah ternyata bukan seperti yang dibayangkan dan cukup puas menghabiskan hari bersama bus ini. Pukul 22.30 kami sampai di Mess Plaju PT. Arun NGL tempat kami menginap. "Mau kunjungan ke PIM kok nginapnya di Arun?" tanya seorang kawan. " tak masalah, yang penting kami bisa tidur nyenyak.

Rabu, 23 Maret 2016 pukul 08.30 kami sampai dan di sambut oleh pihak perusahaan PIM yang sejauh ini kutahu senior kami di Teknik Kimia Unsyiah. Jadi selain pengenalan perusahaan dan hal lainnya, juga diselingi oleh kisah-kisah nostalgia yang akan membuat kami berfikir bahwa, "Ternyata dulu mereka tidak jauh beda dari kami sekarang, seorang mahasiswa. Tapi lihatlah, apa yang telah mereka lalui hingga menjadi sesukses sekarang?" Kagum, tentu saja. menjadi seorang sarjana teknik dan kerja di pabrik adalah impian setiap engineer muda seperti kami. Kalau tidak, coba berikan alasan lain kenapa kami bisa bertahan di medan yang cukup menguras tenaga dan pikiran seperti ini?

"Menjadi seorang sarjana Teknik Kimia tidak harus berurusan dengan desain pabrik dan proses-prosesnya, kamu juga harus mampu berkomunikasi dengan baik. Makanya di jurusan kita ada mata kuliah Communication Skill."

Salah dua dari senior kami saat ini ditempatkan di bagian Humas, nah percayakan kalau sarjana teknik itu nggak hanya bicara dengan mesin? Apalagi senyawa kimia. Pada hakikatnya kita dituntut untuk multitalent dalam menghadapai zaman yang sudah edan ini (eh maksudnya sudah terlalu maju) contohnya saja MEA yang selalu diperbincangkan dan dijadikan motivasi agar kita terus meningkatkan skill diri, baik hard maupun soft. Tidak ada yang salah dengan itu semua. Hanya saja tujuan dan godaan itu berbanding lurus, yang berarti semakin tinggi tujuan yang ingin dicapai, semakin besar godaan yang harus dihadapi. Cemungud eaaa.

Saat penyambutan dan pengenalan pabrik oleh pihak PIM
Selanjutnya kami menuju plant tool yang terletak sekitar 500 meter dari tempat pembukaan. Sesampai di depan gerbang, kami berganti bus dari SCTV menjadi PIM dan siap mengelilingi pabrik Petrokimia yang katanya cukup eksis se-Aceh ini. Tapi sayangnya tidak sesuai harapan, dalam bayanganku dapat melihat rupa turbin, boiler, cooling tower, dan lain-lain secara langsung, ternyata kami hanya dari jauh melalui bus ini.

Walau gitu tetap bisa foto cooling tower.


Nah, ini yang kalau anak Teknik Kimia bilang imut. Cooling tower atau menara pendingin berfungsi untuk mendinginkan air dengan cara mengkontakkannya secara konveksi paksa dengan udara. Ternyata selama ini aku salah paham. Saat belajar menggambar teknik aku mengira cooling tower ini bentuknya ya seperti tower, lurus memanjang ke atas. Ternyata oh ternyata. Setiap perjalanan pasti akan memberi pelajaran, bukan?

Itu, yang di atas itu tuh namanya boiler.


Boiler yang kami kenal adalah alat penghasil steam. Iya, boiler yang itu juga kayanya sama, bentuknya nggak jauh beda saat menggambar teknik dulu. Jadi pas sekali liat langsung heboh, "Eehh, itu boiler..."


Tidak semua alat-alat yang sering kami lihat di flowsheet dapat kami lihat di sini. Selain jarak yang terbatas juga karena diiming-imingi, "Kalau mau lihat lebih jelas, makanya PKL di sini, Dek." nah, si bapak ini promosikah?

Belum selesai, setelah mengelilingi pabrik, kami menuju control room, dan di sini kami murni mempelajari bagaimana proses di pabrik ini dijalankan. Jika mau jujur, ketika salah satu bapak operator menjelaskan, tidak semua anggukanku itu tanda mengerti. Mungkin karena terbiasa atau karena ingin tampil beda dari orang India, tapi yang pasti sebagian besar dari cara mengontrol di ruangan ini masih belum bisa kupahami. "Pengalaman juga mendukung untuk bisa berada disini, Dek." kata bapak operator yang kulupa tanyakan namanya. Iya, aku pernah dengar kalau salah satu hal penting dari operator itu adalah pengalaman. Seperti aku yang sudah terlalu berpengalman menghadapi sikapmu. uhuk.
Menuju gedung pusat kendali operasi.

Foto di depan gedung pusat kendali


Setelah setengah harian mengelilingi PIM, sebenarnya aku merasa tidak sepadan dengan waktu tempuh dari Banda Aceh ke Lhokseumawe. Tapi, pelajaran hari ini juga sangat-sangat berharga sehingga untuk menjaga kenangan ini kami mengabadikannya dalam layar foto.

menuju pabrik, update.
sampai pabrik, cekrek.
pulang pabrik, capek.


Abaikan ekspresi dan cahaya yang berlebihan ini

Gaya yang wajib ada setiap kunjungan ke pabrik.


Foto bareng saat selesai pembukaan
Jagoan Chetas

Beberapa yang sangat narsis


Salam hangat dari kami,
Mahasiswa Chetas (Chemical Engineering 2013) Unsyiah.

You May Also Like

5 komentar

Tulis saran dan komentarmu.